Belajar dari Bungo: mengelola sumberdaya alam di era desentralisasi
Since President Soeharto stepped down, decentralization has offered a better governance system for this nation of more than 220 million people of varied ethnic groups spread over more than 15,000 islands. Despite its potential, implementation of decentralization has been riddled with unexpected prob...
| Autores principales: | , , , , , , |
|---|---|
| Formato: | Libro |
| Lenguaje: | indonesio |
| Publicado: |
Center for International Forestry Research
2008
|
| Materias: | |
| Acceso en línea: | https://hdl.handle.net/10568/19763 |
Ejemplares similares: Belajar dari Bungo: mengelola sumberdaya alam di era desentralisasi
- Belajar beradaptasi: bersama-sama mengelola hutan di Indonesia
- Ijin Saja Tidak Cukup: Belajar dari Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Bulukumba
- Persepsi masyarakat terhadap agroforest karet sebagai alternatif pengelolaan sumberdaya hutan yang lestari: (studi kasus di desa Lubuk Beringin, kec. Rantau Pandan, kab. Bungo, Jambi)
- Belajar sambil mengajar: menghadapi perubahan sosial untuk pengelolaan sumberdaya alam
- Aturan-aturan sederhana katalisasi aksi kolektif dalam pengelolaan sumberdaya alam
- Sudahkah aspirasi masyarakat terakomodir dalam rencana pembangunan?: pelajaran dari sebuah aksi kolektif di Jambi