Ejemplares similares: Siapa yang memegang kekuasaan dalam tata guna lahan?: Dampaknya bagi REDD+ di Indonesia
- Menganalisis tata kelola pemerintahan multilevel di Indonesia: pelajaran untuk REDD+ dari penelitian perubahan tata guna lahan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
- Siapa yang perlu dipertimbangkan? menilai kesejahteraan manusia dalam pengelolaan hutan lestari
- Perencanaan interaktif tata guna lahan pada lanskap hutan tropis di Indonesia: Menghubungkan kembali rencana dengan praktek lapangan
- Faktor-faktor emisi: Mengonversi perubahan tata guna lahan menjadi estimasi CO2
- Desentralisasi pengelolaan hutan di Bolivia: siapa yang memperoleh manfaat dan mengapa
- Politik dan kekuasaan dalam proses kebijakan REDD+
Autor: Myers, R.
- Analyzing multilevel governance in Indonesia: Lessons for REDD+ from the study of landuse change in Central and West Kalimantan
- Inter-sectoral and multilevel coordination alone do not reduce deforestation and advance environmental justice: Why bold contestation works when collaboration fails
- Chapter 10 - SDG 10: Reduced Inequalities - An Environmental Justice Perspective on Implications for Forests and People
- Searching for Justice: Rights vs 'Benefits' in Bukit Baka Bukit Raya National Park, Indonesia
- Menganalisis tata kelola pemerintahan multilevel di Indonesia: pelajaran untuk REDD+ dari penelitian perubahan tata guna lahan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
- Pencarian Keadilan: Hak vs 'Manfaat' di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Indonesia
Autor: Ardiansyah, F.
- Who holds power in land-use decisions?: Implications for REDD+ in Indonesia
- Alternative futures for Borneo show the value of integrating economic and conservation targets across borders
- Siapa yang memegang kekuasaan dalam tata guna lahan?: Dampaknya bagi REDD+ di Indonesia
- Forest and land-use governance in a decentralized Indonesia: A legal and policy review